Tujuan dan Peran Indonesia Dalam Gerakan Non Blok

Loading...
Peranan Indonesia Dalam Gerakan Non Blok (GNB) serta tujuan dan manfaatnya. Pengertian Gerakan NonBlok adalah gerakan yang tidak memihak atau gerakan yang tidak masuk ke dalam Blok Barat maupun Blok Timur. Setelah perang Dunia II berakhir, muncul dua blok yang bersaing untuk memperebutkan pengaruh dunia internasional yaitu Blok Barat dipelopori oleh Amerika Serikat dengan paham liberalis-kapitalis-demokratis dan Blok Timur dipelopori oleh Uni Soviet dengan paham komunis, sedangkan negara-negara yang tidak masuk Blok Barat maupun Blok Timur mendirikan gerakan yang dinamakan Gerakan Non Blok (GNB) atau Non Alignment Movement (NAM).

Latar Belakang Berdirinya Gerakan NonBlok
Berdirinya GNB dilatarbelakangi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
  1. Munculnya dua blok yaitu Blok Barat dan Blok Timur yang bersaing untuk memperebutkan pengaruh dunia internasional. Blok Barat diikat dalam suatu pertahanan yang bernama NATO (North Atlantic Treaty Organization), sedangkan Blok Timur terikat dalam Pakta Warsawa.
  2. Adanya kecemasan negara-negara yang baru saja mencapai kemerdekaannya. Mereka merasa cemas karena persaingan antara blok adidaya tersebut. 
  3. Adanya Dokumen Brioni yang merupakan pernyataan dari presiden Josep Broz Tito (Yugoslavia). Perdana Menteri Jawaharlal Nehru (India), dan Presiden Gamal Abdul Nasser (Mesir) tahun 1956 di Pulau Brioni, Yugoslavia. Dokumen tersebut memuat prinsip-prinsip dasar untuk mempersatukan gerakan NonBlok. 
  4. Adanya pertemuan lima orang negarawan NonBlok di markas besar PBB dalam sidang Umum PBB ke-15 tahun 1960, kelima orang negarawan tersebut adalah sebagai berikut.
    - Presiden Sukarno, dari Indonesia
    - PM Jawaharlal Nehru, dari India
    - Presiden Gamal Abdul Naser, dari RPA/Mesir
    - Presiden Kwame Nkrumah, dari Ghana
    - Presiden Josep Broz, dari Yugoslavia
    Mereka ini kemudian dikenal sebagai pendiri Gerakan NonBlok 
  5. Terjadinya krisis Kuba tahun 1961. Krisis ini terjadi karena Uni Soviet membangun pangkalan rudal di Kuba secara besar-besaran. Amerika Serikat merasa terancam dan memprotes tindakan Uni Soviet tersebut. Situasi dunia menjadi tegang, hal ini mendorong negara-negara Non Blok untuk segera menyelenggarakan KTT NonBlok.  
Tujuan dan Peran Indonesia Dalam Gerakan Non Blok

Tujuan Gerakan NonBlok
Tujuan Gerakan NonBlok semula adalah meredakan ketegangan dunia sebagai akibat pertentangan antara Blok Barat dan Blok Timur. Dalam perkembangannya tidak hanya terbatas pada usaha perdamaian saja, tetapi juga berkaitan dengan hak asasi manusia, ekonomi dan hubungan antarbangsa. Adapun tujuan Gerakan NonBlok dapat dirinci sebagai berikut.
1. Berkaitan dengan Perdamaian Dunia
    a. Mengusahakan terwujudnya perdamaian dunia dan hidup bergampingan secara damai.
    b. Menyelesaikan persengketaan antarbangsa secara damai.
    c. Mengusahakan tercapainya perlucutan senjata secara menyeluruh.
    d. Menolak adanya persekutuan militer.
    e. Menolak adanya pangkalan asing dan pasukan asing di suatu negara.
2. Berkaitan dengan Hak Asasi Manusia
    Menentang kolonialisme, rasialisme, dan apartheid.
3. Berkaitan dengan Ekonomi
   a. Memperjuangkan kemerdekaan di bidang ekonomi dan kerja sama atas dasar persamaan derajat bagi keuntungan bersama.
   b. Mengusahakan terwujudnya kerja sama negara-negara maju dan negara-negara
4. Berkaitan dengan Hubungan Antarbangsa
    a. Mengusahakan hubungan antarbangsa secara demokratis.
    b. Memelihara dan meningkatkan persatuan negara-negara Non Blok

Peran Indonesia dalam Gerakan NonBlok 
Indonesia sangat berperan penting dalam GNB, beberapa peran penting yang dilakukan Indonesia adalah sebagai berikut:
  1. Presiden Soekarno adalah satu dari lima pemimpin dunia yang mendirikan GNB.
  2. Indonesia menjadi pemimpin GNB pada tahun 1991. Saat itu, Presiden Soeharto terpilih menjadi ketua GNB. Sebagai pemimpin GNB, Indonesia sukses menggelar KTT X GNB di Jakarta.
  3. Indonesia juga berperan penting dalam meredakan ketegangan di kawasan bekas Yugoslavia pada tahun 1991.
GNB mempunyai arti yang khusus bagi bangsa Indonesia yang dapat dikatakan lahir sebagai negara netral yang tidak memihak. Hal tersebut tercermin dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa “kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.

Selain itu, diamanatkan pula bahwa Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Sesuai dengan politik luar negeri yang bebas aktif, Indonesia memilih untuk menentukan jalannya sendiri dalam upaya membantu tercapainya perdamaian dunia dengan mengadakan persahabatan dengan seluruh bangsa.

Sebagai implementasi dari politik luar negeri yang bebas aktif itu, selain sebagai salah satu negara pendiri GNB, Indonesia juga senantiasa setia dan komitmen pada prinsip-prinsip dan aspirasi GNB. Pada masa itu, Indonesia telah berhasil membawa GNB untuk mampu menentukan arah dan secara dinamis menyesuaikan diri pada setiap perubahan yang terjadi.

Demikian artikel tentang tujuan dan peranan indonesia dalam gerakan non blok. semoga dapat bermanfaat bagi anda.
Loading...

0 Response to "Tujuan dan Peran Indonesia Dalam Gerakan Non Blok "

Post a Comment

close
Loading...